Yeah just crap, good to munch it with α cigarette n hot dark coffee in lazzy sunday afternoon :p offcourse u should end all of it..coz ur mind n soul always buzzing about her :s capeeee deeeeeh
Suatu kali, beberapa minggu yang lalu. Seorang teman menuliskan kalimat diatas untuk mengomentari salah satu status singkat di akun facebook yang saya salin dari salah satu SMS terakhir. SMS yang waktu itu saya anggap, inilah benar-benar sebuah akhir. Akhir dari perjalanan sebuah percintaan. Kalimat yang saya quote diatas, berkali-kali saya iyakan, saya amini sebagai sebuah kebenaran yang tidak perlu disangkal.
Bertahun-tahun setelah dengan susah payah saya melepaskan bayangan seseorang yang dengannya saya melewati masa remaja, masa 6 tahun. Dan lalu sungguh sulit sekali untuk mendapatkan lagi perasaan yang sama, seperti perasaan yang saya alami dengannya. Berkali-kali, berganti-ganti perempuan. Sungguh, sebuah perasaan yang bahkan lebih menggetarkan dibandingkan memandangi senja yang lebih banyak berwarna pucat karena langit Jakarta tak pernah benar-benar bersih. Bertahun-tahun saya merindukan perasaan itu. Perasaan yang bahkan tak bisa terkatakan meski saya mabuk berat karena Jack Daniels masuk kedalam perut saya bersloki-sloki banyaknya.
…
Saya mulai mengenalnya secara pelan. Berbulan-bulan setelah sekedar say hi dan berbasa-basi sekedarnya, kami mulai mengakrabkan diri satu sama lain. Saling berkirim SMS dan menelepon. Lalu saya menemukan bahwa betapa dia dengan cepat sangat memahami saya. Mengerti kapan dan harus bertindak seperti apa untuk memahami saya, yang acap kali menjadi over-protective dan temperamental. Dan, sungguh, dia amat pintar. Pintar sebenar-benarnya pintar. Secara otak dan emosional. Dengan hebatnya dia dapat muncul di hadapan saya seperti benar-benar nyata, mencumbui saya dengan penuh kasih sayang. Lain waktu, dia dapat menghilang dan mengambil seluruh tenaga saya dan tak memberi kesempatan sekalipun, ya.. sekalipun.. untuk dapat pergi dan menemukannya.
Dia muncul di hadapan saya seperti benar-benar nyata. Meski tak sebenarnya nyata. Hanya seperti benar-benar nyata. Tetapi tak pernah menjadi nyata senyata-nyatanya. Maka saya bercinta dengan mimpi-mimpi saya..
Saya pikir, saya harus sesekali membuat dirinya nyata. Menemuinya secara langsung, menatap matanya, dan memberikan sekerat senja yang sudah saya siapkan berbulan-bulan sebelumnya. Senja yang saya potong dengan buru-buru sembaru setengah berlari mengejar kereta. Saya pikir, saya harus menjadikannya nyata, sehingga tidak sekedar mimpi saja. Tapi, apakah benar yang saya pikirkan? Betulkah apa yang saya harapkan? Dengan menjadikan dia nyata di hadapan saya, apakah saya akan tetap memiliki perasaan yang sama seperti sebelumnya? Apakah dia akan tetap melihat dan menilai saya seperti sebelumnya?
Berkali-kali saya melewatkan kesempatan untuk menemuinya secara nyata. Nyata dalam artian, tak cuma mendengarkan suaranya. Tetapi juga menatap matanya, mengelus pipinya, menggenggam hangat tangannya. Berkali-kali saya melewatkan kesempatan itu. Meski sungguh saya memiliki perasaan yang sangat mendalam, keraguan pula muncul bertubi-tubi. Apakah saya menjadi pengecut yang mengenaskan?
Ketika pada akhirnya dia kembali muncul dan mengirimkan SMS kalimat perpisahan, saya tak terlalu menghiraukan. Saya pikir, saya masih bisa tetap bersama dia, dan SMS itu hanyalah sekedar kalimat biasa. Saya pikir saya masih bisa tetap mendengarkan suaranya, membayangkan apa yang tengah dia lakukan, menenangkan tangisnya ketika masalah-masalah kehidupan datang.
Tetapi ternyata tidak. Segalanya menjadi gelap. Seperti senja yang betul-betul telah habis termakan malam, tak ada sisa sedikitpun. Saya tertegun. Selama berbulan-bulan setelah dia pergi, saya masih tetap tertegun. Baru kemudian saya menyadari bahwa kehilangan dia terasa sangat menyakitkan. Saya melewatkan banyak hal hebat yang bisa dia lakukan untuk saya. Baru kemudian saya mengerti sebenar-benarnya, bahwa perasaan saya kepadanya inilah perasaan yang saya tunggu bertahun-tahun. Sebuah kerinduan yang lebih dari sekedar keinginan dan nafsu.
Boleh jadi anda menganggap saya bodoh. Terserah pula teman-teman saya menganggap saya naif dengan berharap dia yang tak pernah benar-benar menjadi nyata, untuk kemudian menjadi nyata. Bisa jadi saya akan membentur-benturkan kepala saya ke tembok dan berharap saya benar-benar bangun dari mimpi tentang mimpi bersama dia.
Saat ini saya yakin kalau saya memang telah melewatkan sebuah anugerah nyata. Tidak peduli kenyataan ini tak benar nyata. Saya yakin bahwa kenyataan tentang perasaan saya akan dirinya adalah senyata-nyatanya nyata. Kenyataan akan ketidaknyataan, tetap saja nyata. Dan ketidaknyataan dapat menjadi nyata ketika saya merasakan segala hal dalam ketidaknyataan itu sebagai sesuatu hal yang nyata.
Maka sekali lagi saya mengamini komentar teman saya di facebook. “..ur mind n soul always buzzing about her..”. Ya, saya belum pernah benar-benar menghilangkan bayangan tentang dia dari benak saya. Entah sampai kapan..

nahh..kalo yang ini ada lagunya yer..judulnya always b my baby juga..yang nyanyi david cook. sebelomnya dinyanyiin mariah carey sih, tapi aku lebih suka david cook yang nyanyi..udah denger belom? kalo belom donlot geh..baguus..
hu uh tara. kayaknya pas lagunya
cuma kupingku kok rasanya terlalu tua untuk dengar genre musiknya David Cook ya. hahahaha