Kemarin saya dapat telepon untuk sebuah interview yang ternyata adalah dari PT. Graha Finesa….
Kemungkinan besar, anda sudah sambil senyum-senyum membaca. Siapa yang tidak tahu PT. Graha Finesa? Apalagi kalau dengar nama MAXGAIN. Hahahaha…
Ini adalah telepon kedua dalam satu minggu ini. Bedanya, si penelepon pertama laki-laki, sementara yang kedua perempuan. Bedanya lagi, kalau yang pertama langsung [...]
Archive for August, 2007
No Future in “Futures”
Posted in The Life Lines on August 31, 2007 | 3 Comments »
Kopi di air hangat
Posted in The Life Lines on August 26, 2007 | 2 Comments »
Tidak ada yang istimewa sama sekali selama akhir pekan ini. Alur yang saya jalani seperti hari-hari lainnya.
Hari Sabtu kemarin sebenarnya ada rencana nonton GodBless. Dari pertama kali saya melihat spanduknya di pinggir jalan beberapa hari lalu, lumayan heran juga. Lho..Godbless ternyata masih eksis? Karena informasinya dari spanduk yang cuma sekilas saja terbaca, saya coba untuk [...]
Kesunyian
Posted in Fiction on August 24, 2007 | Leave a Comment »
Kesepian macam apakah yang telah kau alami Syam?
Tubuh ringkihmu meringkuk di bawah dipan sederhana yang kau buat sendiri dari kayu yang pohonnya pun kau tebang sendiri pula. Meski kau tahu pasti kalaupun masih bisa kau rasakan terangnya matahari, itu adalah sebuah keajaiban. Sepucuk pistol FN-45 telah memperpanjang umurmu beberapa jam. Luncuran peluru 9mm telah [...]
Biasa korupsi, korupsi biasa
Posted in The Life Lines on August 22, 2007 | 3 Comments »
Lewat sebulan lalu serombongan pegawai negeri dari salah satu unit di Disnakertrans datang ke tempat kerja. Mereka mendaftar masuk kelas komputer untuk paket Office Application. Jumlahnya ada 16 orang, 13 orang perempuan dan 3 laki-laki. Kalau dilihat dari penampilannya, saya menduga mereka rata-rata diatas umur 40 tahun. Ketika mendaftar, ributnya minta ampun. Umur boleh tua [...]
Secangkir kopi
Posted in The Life Lines on August 19, 2007 | Leave a Comment »
…Suara radio terdengar lebih keras di tengah malam. Aku mendengarkannya dari dalam kamar. Lagu keroncong sedang diputar. Model kocokan Cuk dan Cak yang khas dan suara mendayu dayu si penyanyi terasa nyaman didengarkan. Aku membuka pintu dan melihat Bapak duduk menghadapi kertas bertumpuk berserakan di meja kerjanya. Tangannya menggenggam pena tinta hitam. Tanpa melihat, aku [...]
